Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 

Satgas PRCPB Kodim Bojonegoro Simulasikan Latihan Penanggulangan Bencana

 


LENSAMILITER ||   Ratusan personel Satgas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) Kodim 0813 Bojonegoro, Jawa Timur, mengevakuasi warga masyarakat yang terdampak bencana banjir ke tempat yang lebih aman di posko pengungsian yang sudah ditetapkan.

Demikian skenario dalam simulasi Latihan Penanggulangan Bencana Alam (Latgulbencal) tahun 2020 yang dipusatkan di Waduk Bendo, Desa Bendo Kecamatan Kapas.

Latihan berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 9 sampai 13 Nopember 2020, dengan rincian materi teori diberikan selama dua hari, latihan drill teknis selama dua hari, serta drill taktis berupa simulasi latihan dilaksanakan satu hari dengan melibatkan instansi terkait diantaranya Polri, SAR, Tagana, Damkar, Dinkes, PMI, Senkom serta unsur lainnya.

Dansatgas PRCPB Letkol Inf Bambang Hariyanto, mengungkapkan bahwa simulasi Latgulbencal dilaksanakan dengan tujuan guna melatih kesiapsiagaan aparat TNI bersama instansi terkait dalam meningkatkan sinergitas dan soliditas antar unsur yang ada dalam penanganan bencana alam khususnya diwilayah Kabupaten Bojonegoro.

"Latihan taktis dilakukan untuk melatih unsur Komandan dan Staf dalam prosedur komunikasi jika terjadi bencana alam diwilayah," ujarnya, Jum'at (13/11).

 

Selain itu, latihan simulasi Latgulbencal ini juga untuk menguji proses pengambilan keputusan secara taktis dengan cepat dan tepat mulai dari perencanaan, persiapan sampai pelaksanaan operasi.

"Diharapkan adanya latihan ini dapat terciptanya sinergitas yang kokoh antara TNI dengan unsur lain bersama masyarakat dalam menanggulangi bencana alam yang sewaktu-waktu terjadi," tambah Dansatgas PRCPB Letkol Inf Bambang Hariyanto.

Disamping itu, latihan tersebut juga bertujuan agar masyarakat mengetahui tindakan apa yang harus diperbuat jika bencana alam terjadi diwilayahya.

"Sehingga ketika terjadi bencana diwilayahnya masyarakat sudah siap dalam rangka mengantisipasi dan menanggulanginya," pungkasnya. (Pendim/Red)